SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Tim 2 Serigala Kota Polresta Jambi kembali menunjukkan respons cepat dalam meredam potensi gangguan keamanan. Empat remaja diamankan usai diduga terlibat aksi tawuran berandalan bermotor di kawasan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (21/2/2026) dini hari.
Operasi diawali dengan apel kesiapan pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Patroli intensif kemudian digelar di sejumlah titik rawan di Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru.
Sasaran difokuskan pada potensi gangguan kamtibmas, mulai dari premanisme, balap liar, konsumsi minuman keras, hingga aktivitas kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam.
Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas menerima laporan warga terkait dugaan tawuran di Jalan Dharma Bakti, Simpang Kapak. Tim bergerak cepat dan mendapati sekelompok remaja yang diduga hendak terlibat bentrokan. Empat remaja berusia 17 tahun berhasil diamankan di lokasi.
Dari tangan mereka, polisi menyita tiga bilah kayu panjang yang diduga akan digunakan sebagai alat tawuran, satu unit sepeda motor, serta dua telepon genggam. Keempatnya kemudian diserahkan ke Polsek Jelutung untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Kapolresta Jambi, Boy Sutan Binanga Siregar, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aksi kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat.
“Kami terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas, khususnya tawuran dan berandalan bermotor. Ini komitmen kami untuk menjaga Kota Jambi tetap aman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada jam-jam rawan. Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan.
Kegiatan patroli dan penindakan berakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Kepolisian memastikan situasi di sejumlah titik, termasuk kawasan Solo dan Irian Timur, dalam kondisi aman dan terkendali.
Penindakan ini menjadi sinyal tegas bahwa ruang gerak pelaku tawuran di Kota Jambi semakin sempit. Pendekatan preventif dan represif akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan jalanan.
































